Loading...

Jumat, 20 Mei 2011

Proses terjadinya kehamilan kembar


Posted on March 31, 2011 by Artikel Kedokteran
Defenisi
Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin), triplet ( 3 janin ), kuadruplet ( 4 janin ), Quintiplet ( 5 janin ) dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89, untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893, dan seterusnya. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan ganda sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan.
Etiologi
1. Kembar Monozigotik
Kembar monozigotik atau identik, muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi dua struktur yang sama, masing-masing dengan potensi untuk berkembang menjadi suatu individu yang terpisah.
Hasil akhir dari proses pengembaran monozigotik tergantung pada kapan pembelahan terjadi, dengan uraian sebagai berikut :
• Apabila pembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan, maka dua embrio, dua amnion serta dua chorion akan terjadi dan kehamilan diamnionik dan di chorionik. Kemungkinan terdapat dua plasenta yang berbeda atau suatu plasenta tunggal yang menyatu.
• Apabila pembelahan terjadi antara hari ke-4 dan ke-8 maka dua embrio akan terjadi, masing-masing dalam kantong yang terpisah, dengan chorion bersama, dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik, monochorionik.
• Apabila terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk, maka pembelahan akan menimbulkan dua embrio dengan kantong amnion bersama, atau kehamilan kembar monoamnionik, monochorionik.
• Apabila pembuahan terjadi lebih belakang lagi, yaitu setelah lempeng embrionik terbentuk, maka pembelahannya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu.
2. Kembar Dizigot
Dizigotik, atau fraternal, kembar yang ditimbulkan dari dua ovum yang terpisah. Kembar dizigotik terjadi dua kali lebih sering daripada kembar monozigotik dan insidennya dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain yaitu ras, riwayat keluarga, usia maternal, paritas, nutrisi dan terapi infertilitas.
Patofisiologi
Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari, triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ± 2500gram, triplet 1800gram, kuadriplet 1400gram. Penentuan zigositas janin dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat melahirkan. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka bayi tesebut adalah monozigotik. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion, maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik.1,2 Pada kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda. Kembar dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus embrionik dan sakus amnion terbentuk, bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat.
Secara umum, derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. Pada trimester 1 sering mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan kehamilan-kehamilan tunggal. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500 ml lebih besar pada kehamilan kembar, dan rata-rata kehilangan darah dengan persalinan vagina adalah 935 ml, atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding dengan persalinan dari janin tunggal.
Massa sel darah merah meningkat juga, namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua dibanding pada kehamilan tunggal, yang menimbulkan” anemia fisiologis” yang lebih nyata. Kadar haemoglobin kehamilan kembar dua rata-rata sebesar 10 g/dl dari 20 minggu ke depan. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal, cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta peningkatan stroke volume. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. Uterus dan isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon. Khusus dengan kembar dua monozygot, dapat terjadi akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan, yaitu hidramnion akut.
Dalam keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. Ukuran dan berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk lebih sekedar duduk.
Pada kehamilan kembar yang dengan komplikasi hidramnion, fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang serius, besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. Kadar kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal setelah persalinan. Dalam kasus hidramnion berat, amniosintesis terapeutik dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk memungkinkan kehamilan dilanjutkan. Berbagai macam stress kehamilan serta kemungkinan-kemungkinan dari komplikasi-komplikasi maternal yang serius hampir tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar.
Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan dengan berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda, yaitu :
a. Anamnesis
Anamnesis yang dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis kehamilan kembar adalah riwayat adanya keturunan kembar dalam keluarga, telah mendapat pengobatan infertilitas, adanya uterus yang cepat membesar: fundus uteri > 4 cm dari amenorea, gerakan anak yang terlalu ramai dan adanya penambahan berat badan ibu menyolok yang tidak disebabkan obesitas atau edema.
b. Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda
Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari 2500 gram, dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. Untuk menghindari kesalahan diagnosis, kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut ; besarnya uterus melebihi lamanya amenorea, uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal, banyak bagian kecil teraba, teraba tiga bagian besar, dan teraba dua balotemen, serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih.
c. Pemeriksaan USG
Berdasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin atau lebih dengan 1atau 2 kantong amnion. Diagnosis dengan USG sudah setelah kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat.
d. Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan dengan rotgen sudah jarang dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan ganda karena cahaya penyinaran. Diagnosis pasti kehamilan kembar ditentukan dengan teraba dua kepala, dua bokong, terdengar dua denyut jantung janin, dan dari pemeriksaan ultrasonografi.
Diagnosis diferensial :
• Kehamilan tunggal dengan janin besar
• Hidramnion
• Molahidatidosa
• Kehamilan dengan tumor
Tanda dan Gejala
Berikut adalah tanda dan gejala yang mengidentifikasikan kemungkinan kehamilan kembar menurut Bobak (2004):
1) Ukuran uterus, tinggi fundus uteri dan lingkar abdomen melebihi ukuran yang seharusnya untuk usia kehamilan akibat pertumbuhan uterus yang pesat selama trimester kedua.
2) Mual dan muntah berat (akibat peningkatan kadar hCG).
3) Riwayat bayi kembar dalam keluarga.
4) Riwayat penggunaan obat penyubur sel telur, seperti sitrat klomifen (Clomid) atau menotropins (Pergonal).
5) Pada palpasi abdomen didapat dua atau lebih bagian besar dan atau banyak bagian kecil, yang akan semakin mudah diraba terutama pada trimester tiga.
6) Pada auskultasi ditemukan lebih dari satu bunyi denyut jantung janin yang jelas-jelas berbeda satu sama lain (berbeda lebih dari 10 denyut jantung per menit dan terpisah dari detak jantung ibu).

pustaka : ilmu kebidanan patologis dan fisiologi..

Infeksi Rubella Pada Kehamilan


Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).
Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.
Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

PUSTAKA : ILMU KEBIDANAN OLEH oleh mellyna hukliana

Penyebab Anak Sering Mengeluarkan Air Liur


Ileran atau umumnya biasa dikenal juga dengan istilah ngeces umumnya terjadi saat masih bayi atau berusia di bawah 1 tahun. Ada beberapa balita dan anak pra sekolah yang memproduksi air liur lebih banyak daripada anak-anak seusianya. Sehingga membuatnya sering mengeluarkan air liur (ileran). Kondisi ini biasanya juga didorong oleh kemampuan untuk menelan yang belum berkembang secara maksimal. Kelebihan air liur ini bisa menimbulkan gangguan atau masalah seperti tersedak dan batuk ketika air liur tersebut menetes ke tenggorokan dan mengganggu kemampuannya untuk berbicara secara jelas, ujar Dr. William Sears.


Ileran umumnya adalah suatu hal yang normal atau wajar terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Seiring bertambahnya usia maka kebiasaan ini akan hilang karena semakin matangnya pengontrolan dari syaraf dan otot mulut. Umumnya kebiasaan anak mengiler akan berhenti saat ia berusia 18-24 bulan yang mana kemampuan menelannya sudah lebih baik. Tapi jika sampai berusia 4 tahun tak juga berhenti, kemungkinan ileran adalah gejala dari suatu penyakit terutama jika disertai dengan demam. Air liur diproduksi oleh kelenjar liur di dalam rongga mulut, produksi ini akan meningkat pada kondisi tertentu seperti adanya rangsangan (dari dot atau empeng) yang terus menerus, tumbuh gigi serta infeksi pada kelenjar air liur dan organ dalam mulut lainnya.

PUSTAKA : ILMU KEBIDANAN oleh Dr.william sears

Bagaimana Tumbuh Kembang Bayi Bulan Ketiga

 

ini sering menjadi titik peralihan ajaib dalam perkembangan bayi. Sesuatu terjadi dalam sistem saraf bayi yang tampaknya menggantikan kebutuhannya menangis. Bayi memperoleh kemampuan berinteraksi dengan dunia dengan cara lain. Pentingnya tahap pencapaian ini ditekankan oleh fakta bahwa inilah usia ketika anak-anak, yang dipelihara dalam institusi dan tanpa mendapatkan rangsangan yang memadai, mulai memperlihatkan tanda-tanda kehilangan sesuatu.
Komunikasi.
Bayi berusia 3 bulan mulai meraih segala sesuatu dengan kedua tangannya dan bukannya menangis lagi. Seluruh tubuhnya mungkin ikut merasakan kegembiraan karena melihat orang tertawa; bayi ini mungkin mendekut, menendang, dan meraih semuanya sekaligus. Bayi pada usia ini mungkin merengek pada waktu lapar, dan tidak lagi menangis, dan mungkin bahkan sanggup menunggu selama beberapa menit. Kemampuan menunggu untuk mendapatkan ganjaran/imbalan ini merupakan tahap penting, yang memperlihatkan tingkat pengertian dan kepercayaan yang belum terlihat pada bayi yang lebih muda.
Minum susu.
Minum susu juga akan menjadi saat yang menyenangkan. Sampai sekarang, minum susu merupakan waktu yang paling dapat dipahami, dan bayi mungkin memindahkan mulutnya dari puting susu ibunya untuk mengamati apa yang sedang terjadi di ruangan itu. Banyak orang tua mulai ingin tahu dalam bulan ketiga ini kapan memberikan makanan yang lebih keras. The American Academy of Pediatrics menganjurkan untuk menunda pemberian makanan keras sampai suatu saat antara bulan keempat dan keenam. Bagi seorang bayi, makanan keras dianggap sebagai sesuatu yang diberikan dengan sendok termasuk semua makanan bayi yang dihancurkan �Esereal, buah-buahan, daging, atau sayuran �Eyang dapat dibeli dalam botol atau disiapkan dengan menggunakan blender. Karena bayi memakannya dengan sendok, memakan makanan ini membutuhkan tingkat koordinasi saraf tertentu, suatu tingkat yang oleh beberapa bayi telah dilalui pada usia tiga bulan. Sejauh ini, sebagian besar masih pada tahap menyedot dan sama sekali tidak tahu bagaimana menggunakan lidahnya guna menelan makanan dari sendok. Sayangnya, pengenalan makanan keras sering ditanggapi dengan salah oleh orang tua sebagai sejenis tahap utama dalam perkembangan, dan persaingan pada orang tua mungkin tumbuh dalam hal bayi siapa yang makan makanan keras terlebih dahulu. Jenis persaingan ini sebenarnya hanya untuk menguntungkan orang tua, bukan anak itu sendiri, dan sebaiknya dihindari.
Makanan keras sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam botol, karena makanan ini dapat menyebabkan bayi tersedak. Pun tidak boleh makanan keras dicampur dengan susu, karena hal ini akan menaikkan jumlah kalori dan mungkin akan menjadi titik awal kegemukan di kemudian hari. Langkah terbaik ialah menunggu sampai bayinya siap menelan makanan dari sendok.
Kemajuan fisik.
Bayi rata-rata mungkin sanggup mengangkat kepalanya agak lama, dan tentu saja sanggup menahannya beberapa saat tanpa jatuh. Ia mungkin juga sanggup membantu mempertahankan bentuk tubuhnya waktu sedang duduk. Bayi berusia tiga bulan biasanya dapat mengikuti benda dengan matanya dalam lingkaran penuh 180 derajat. Bermain. Pada bulan ketiga, bayi normal mungkin menghabiskan waktu lebih lama untuk berbaring di atas punggungnya, bermain dengan jari atau mobil yang digantung di atas tempat tidurnya. Bayi dapat menangkap satu tangan dengan yang lainnya dan bermain dengan tangannya seolah-olah tangannya itu mainan. Bayi mulai mengerti bahwa tangan merupakan perpanjangan tubuhnya.
Tidur.
Pada bulan ketiga, seorang bayi akan terjaga lebih lama sepanjang hari, dengan beberapa kali tidur siang. Tidur pada malam hari biasanya berlangsung selama 10 hingga 11 jam, walaupun bayi ini mungkin masih membutuhkan menyusu pada malam hari. Siklus tidur bayi konsisten dengan karakternya: Seorang bayi yang aktif dan ribut mungkin akan tidur dengan aktif dan ribut. Tidur bayi juga tampaknya berlangsung dalam siklus, dengan masa tidur pulas berubah-ubah dengan masa tidur setengah pulas. Dan selama ini, bayi mungkin akan menangis, mengisap jarinya, menggoyang-goyang dan memukulkan kepalanya, bergerak kesana-kemari, dan tertidur lagi. Tidak perlu menanggapi semua suara ini. Paling sering bayi tidak benar-benar terbangun dan mulai tidur lagi tanpa bantuan orang lain.
Manja.
Beberapa anak tampaknya menangis hanya agar orang tuanya mendekat, dan orang tua harus memutuskan apakah menurutinya atau tidak. Anak yang “manja” bukan anak nakal, pun orang tuanya bukan orang tua yang buruk. Anak itu telah belajar sebelumnya bagaimana memanipulasi lingkungannya agar memuaskan keinginannya, dan menangis merupakan senjata utamanya. Orang tua tergerak menanggapi tangisan ini karena merasa bersalah, cinta, atau takut melukai bayi tersebut. Karena tuntutan anak akan semakin sulit dipenuhi, rasa bersalah orang tua dan amarahnya akan makin tinggi. Beberapa dokter anak berpendapat agar bayi tidak dimanja dengan digendong setiap kali ia menangis. Yang lain merasa ini hanyalah berlaku pada tiga bulan pertama. Yang lain lagi merasa bahwa orang tua yang selalu memberi respon terhadap tangisan bayinya tidak akan berubah setelah tiga bulan, sehingga lebih baik memberikan batas waktu hingga kapan perilaku ini akan berlanjut. Tidak seorang dokter pun menganjurkan meninggalkan bayi menangis tanpa diberi perhatian, tetapi begitu orang tua yakin bahwa tak ada yang salah, mungkin lebih baik membiarkan anak itu menangis untuk sementara. Dot mungkin membantu; banyak bayi yang tidak membutuhkan makanan akhirnya tenang dengan mengisap dot. Tapi banyak pula pendapat yang tidak menyetujui pemberian dot ini. Orang tua. Selama bulan ketiga, beberapa ayah mungkin tampaknya kehilangan minat akan hal-hal intim perkembangan bayi dan capai karena isterinya sama sekali tersita perhatiannya dengan bayinya. Ini tidak akan mungkin terjadi kalau sang ayah terlibat dengan perkembangan bayi hingga pada usia ini.

PUSTAKA : BUKU ILMUKESEHATAN ANAK
Daftar pustaka : Sat pengajar FKUI.1995. percetrakan infomedika:jakarta